Zulhuda, Sonny (2024) 'Imanan wa Ihtisaban', jiwa yang selalu berhitung. Republika, 17 March 2024.
|
PDF (Electronic Media)
- Published Version
Download (3MB) | Preview |
Official URL: https://www.republika.id/posts/51263/imanan-wa-iht...
Abstract
Jiwa orang yang berpuasa akan selalu diisi dengan harapan (raja') dan ketakutan (khauf): berharap pahala, takut akan dosa. Maka jiwa orang berpuasa menjadi sensitif terhadap persekitarannya, di rumah, tempat kerja atau kuliah, kendaraan umum, ruang publik ataupun ruang privatnya. Ia ingin selalu menjaga integritas puasanya agar tidak menjadi sia-sia. Sebisa mungkin dipegangnya kuat-kuat agar tidak jatuh, rusak atau hilang di perjalanan! Itulah jiwa yang ber-ihtisab. Jiwa yang selalu hitung-hitungan untung-ruginya yang akan dibawa mati kelak.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
